Meskipun sudah ada ormas Syi’ah Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI), sebagian kalangan penganut Syi’ah negeri ini tetap merasa perlu membuat ormas Syi’ah yang baru. Ormas tersebut bernama Ahlulbait Indonesia (ABI) yang dideklarasikan tadi malam, 15/6, di Jakarta

dikutip dari : http://syiahali.wordpress.com

Dengan tujuan menciptakan perdamaian dan menentang bentuk penindasan, rasisme, fanatisme golongan, sekratarisme dan tindakan antikemanusiaan lainnya, Rabu (15/6/2011), sekelompok masyarakat mendeklarasikan organisasi massa Ahlulbait Indonesia.

Para jamaah Ahlulbait Indonesia mendaulat Hassan Alaydrus sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Ahlulbait Indonesia dan Umar Shahab sebagai Ketua Dewan.

Kamis, 16 Juni 2011

-Meskipun sudah ada ormas Syi’ah Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI), sebagian kalangan penganut Syi’ah negeri ini tetap merasa perlu membuat ormas Syi’ah yang baru. Ormas tersebut bernama Ahlulbait Indonesia (ABI) yang dideklarasikan tadi malam, 15/6, di Jakarta.

Ahlulbait Indonesia Dideklarasikan

15/06/2011 20:13

Kecintaan pada Rasulullah SAW dan Ahlulbait menjadi bagian dari sejarah dan budaya masyarakat Indonesia sejak Islam hadir. Kecintaan itu demikian melekat dan mengakar dalam berbagai tradisi Nusantara sehingga melahirkan Islam yang penuh toleransi, menjunjung tinggi keragaman, mengedepankan perdamaian, dan kesediaan mempertahankan harga diri dan kemerdekaan serta membela kaum tertindas.

“Lahir dari kecintaan dan ikatan yang telah mengakar itulah sejak lama masyakarakat Indonesia mengharapkan hadirnya sebuah organisasi kemasyarakatan yang mencerminkan nilai-nilai Ilahi yang diajarkan Rasulullah dan Ahlulbait sucinya di negeri tercinta ini,” ucap Ketua Dewan Syura Ahlulbait Indonesia Dr. Umar Shahab, MA., Lc dalam rilis yang diterima Liputan6.com di Jakarta, Rabu (15/6).

Atas semua alasan itu, kini hadir organisasi kemasyarakatan bernama Ahlulbait Indonesia. Organisasi dideklarasikan di Jakarta, hari ini. Ahlulbait Indonesia diharapkan mampu mengemban fungsi perdamaian yang sangat dirindukan masyarakat. Ormas Ahlulbait Indonesia lahir dari kehendak kuat

“Ahlulbait Indonesia sepenuhnya yakin bahwa pelbagai krisis yang kita hadapi dewasa ini, merupakan akibat langsung dari terus berlangsungnya segala rupa penindasan, rasisme, fanatisme golongan, sektarianisme, dan tindakan-tindakan anti-kemanusiaan lainnya,” ujar Hassan Alaydrus, Ketua Umum DPP Ahlulbait Indonesia.

Menurut Hassan Alaydrus, ajaran Islam menyuruh semua orang untuk bangkit dan berjuang menghapuskan segenap tindakan anti kemanusiaan itu demi memperbaiki kehidupan manusia. Ormas Ahlulbait Indonesia meyakini, kehadirannya diperuntukan bagi keseluruhan rakyat. Ahlulbait Indonesia percaya, deklarasi organisasi hanyalah langkah awal dalam melayani rakyat Indonesia.

“Oleh karena itu, Ahlulbait Indonesia akan berperan aktif bersama dengan organisasi kemasyarakatan Islam lainnya untuk memelihara persatuan dan kesatuan bangsa,” jelas Hassan Alaydrus. Ia menambahkan, persatuan dan kesatuan bangsa tak mungkin terwujud tanpa persatuan umat Islam.

Ahlulbait Indonesia percaya, kebhinekaan Indonesia mengandung pesan kemanusiaan. Karena Islam mengajarkan, perbedaan apapun yang muncul mengandung anugerah dan manifestasi dari Maha Sempurna dan Maha Kaya Ilahi. Perbedaan adalah pelajaran berharga yang dinilai dapat meningkatkan rasa solidaritas kemanusiaan dan kecintaan terhadap Allah SWT.

Maka, dalam deklarasinya, Ahlulbait Indonesia menegaskan, sebagai ormas yang menjadi garda depan menegakkan nilai-nilai akhlakul karimah. “Karena bagaimanapun, nilai-nilai akhlakul karimah adalah syarat mutlak bagi kehidupan ,” kata Hassan Alaydrus.

Ketua Dewan Syura ABI, Umar Shahab mengatakan, ABI dan IJABI dalam posisi berlomba-lomba dalam kebaikan. Bahkan dia mengaku juga turut terlibat dalam pembentukan IJABI pada tahun 2001.

Namun, katanya, sejak itu ada harapan-harapan sebagian kalangan Syi’ah yang tersalurkan di IJABI yang dipimpin oleh salah seorang tokoh Syiah asal Bandung, Jalaluddin Rakhmat itu.

Hidayatullah.com menayakan perbedaan apa yang dimaksud, Umar menjelaskan, ABI adalah kelompok Syi’ah yang didominasi kalangan “tradisionalis”. Baik dalam masalah spiritual, pemikiran, dan lainnya.

“Sedangkan IJABI didominasi kalangan “moderenis”,” kata Umar menjelaskan.

Demi Cinta dan Pluralitas, Ahlulbait Indonesia Dideklarasikan

Rabu, 15 Juni 2011 | 14:04 WIB

Berlandaskan niat melawan segala bentuk penindasan, rasisme, fanatisme golongan, sektarianisme, dan tindakan-tindakan antikemanusiaan lainnya, sekelompok anggota masyarakat mendeklarasikan organisasi massa Ahlulbait Indonesia, Rabu, 15 Juni 2011, di Jakarta. Para jamaah Ahlulbait Indonesia mendaulat Hassan Alaydrus sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Ahlulbait Indonesia dan Umar Shahab sebagai Ketua Dewan.

Umar Sahab mengatakan, organisasi ini didirikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Untuk mengemban fungsi perdamaian yang dirindukan masyarakat,” kata Umar Shahab.

Menurut Hasan Alaydrus, deklarasi ini hanya langkah awal melayani masyarakat. “Ahlulbait Indonesia meyakini kehadirannya diperuntukkan  seluruh rakyat,” kata Hasan. “Kami percaya kebhinekaan mengandung pesan kemanusiaan, serta perbedaan merupakan pelajaran berharga untuk meningkatkan rasa solidaritas.”

Hasan memaparkan, Ahlulbait Indonesia meyakini persatuan Islam tak mungkin terwujud tanpa langkah nyata melawan segala bentuk upaya memecah-belah umat Islam. “Kami percaya, persatuan umat Islam akan menjadi solusi bagi masalah moral yang menerpa bangsa ini,” kata Hassan.

Maka, dalam deklarasinya, Ahlulbait Indonesia menegaskan sebagai ormas yang menjadi garda depan menegakkan nilai-nilai akhlakul karimah. “Bagaimana pun, nilai-nilai akhlakul karimah adalah syarat mutlak bagi kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Hassan Alaydrus.

==============================================================================================

//

Segera Dideklarasikan Organisasi Ahlulbait Indonesia

Rabu, 15 Juni 2011

Hidayatullah.com–Terkait dengan rencana peringatan kelahiran Sahabat Nabi Ali bin Abi Thalib as, akan dideklarasikan organisasi Ahlulbait Indonesia. Acara yang diselenggarakan hari, Rabu (15 Juni 2011) malam bertempat di Gedung Balai Prajurit Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan.

Dalam rilisnya yang dikirim ke redaksi hidayatullah.com, Ketua Dewan Syura Ahlulbait Indonesia, Dr. Umar Shahab, MA., Lc mengatakan, kecintaan terhadap Ahlulbait telah menjadi bagian dari sejarah dan budaya masyarakat Indonesia sejak Islam hadir di bumi Nusantara.

“Lahir dari kecintaan dan ikatan yang telah mengakar itulah sejak lama masyakarakat Indonesia mengharapkan hadirnya sebuah organisasi kemasyarakatan yang mencerminkan nilai-nilai Ilahi yang diajarkan Rasulullah dan Ahlulbait sucinya di negeri tercinta ini,” tulisnya.

Karena itu, kehadiran organisasi bernama Ahlulbait Indonesia pada Rabu (15/o6/2011) malam di Jakarta, diharapkan mampu mengemban fungsi perdamaian, terangnya.

Sementara itu, Sekjen Ahlulbait Indonesia Drs. Ahmad Hidayat mengatakan, organisasinya berbeda dengan IJABI (Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia), salah satu organisasi Syi’ah yang telah sebelumnya berdiri.

“Kita beda orang dan beda organisasi, namun memiliki kesamaan dalam semangat,“ ujar kepada hidayatullah.com, Rabu siang.

Selain ada “Wiladah Ali Bin Abi Thalib” dalam acara nanti juga ada ceramah tentang Imam Ali oleh Ustad Muhammad bin Alwi BSA. Selain itu ada sambutan Ketua Dewan Syura Ahlulbait Indonesia, sambutan Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat DPP, dan orasi Sekjen DPP Ahlulbait Indonesia.

Menurut Ahmad Hidayat, sebelumnya, organisasi ini hanyalah berbentuk sebuah yayasan biasa yang bergerak pada bidang sosial, namun setelah perjalanan lima tahun, maka diputuskan menjadi sebuah organisasi.

Meski baru, Hidayat mengklaim, organisasi ini telah memiliki banyak pengikut (jamaah).

“Kalau dihitung-hitung, telah menyebar dari Aceh sampai Papua, “ujarnya.

http://majelisukhuwahsunnisyiah.wordpress.com

Ormas bernama Ahlulbait Indonesia (ABI) dideklarasikan !! Pengikut menyebar dari Aceh sampai Papua

dikutip dari : http://syiahali.wordpress.com

Dengan tujuan menciptakan perdamaian dan menentang bentuk penindasan, rasisme, fanatisme golongan, sekratarisme dan tindakan antikemanusiaan lainnya, Rabu (15/6/2011), sekelompok masyarakat mendeklarasikan organisasi massa Ahlulbait Indonesia.

Para jamaah Ahlulbait Indonesia mendaulat Hassan Alaydrus sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Ahlulbait Indonesia dan Umar Shahab sebagai Ketua Dewan.

Kamis, 16 Juni 2011

-Meskipun sudah ada ormas Syi’ah Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI), sebagian kalangan penganut Syi’ah negeri ini tetap merasa perlu membuat ormas Syi’ah yang baru. Ormas tersebut bernama Ahlulbait Indonesia (ABI) yang dideklarasikan tadi malam, 15/6, di Jakarta.

Ahlulbait Indonesia Dideklarasikan

15/06/2011 20:13

Kecintaan pada Rasulullah SAW dan Ahlulbait menjadi bagian dari sejarah dan budaya masyarakat Indonesia sejak Islam hadir. Kecintaan itu demikian melekat dan mengakar dalam berbagai tradisi Nusantara sehingga melahirkan Islam yang penuh toleransi, menjunjung tinggi keragaman, mengedepankan perdamaian, dan kesediaan mempertahankan harga diri dan kemerdekaan serta membela kaum tertindas.

“Lahir dari kecintaan dan ikatan yang telah mengakar itulah sejak lama masyakarakat Indonesia mengharapkan hadirnya sebuah organisasi kemasyarakatan yang mencerminkan nilai-nilai Ilahi yang diajarkan Rasulullah dan Ahlulbait sucinya di negeri tercinta ini,” ucap Ketua Dewan Syura Ahlulbait Indonesia Dr. Umar Shahab, MA., Lc dalam rilis yang diterima Liputan6.com di Jakarta, Rabu (15/6).

Atas semua alasan itu, kini hadir organisasi kemasyarakatan bernama Ahlulbait Indonesia. Organisasi dideklarasikan di Jakarta, hari ini. Ahlulbait Indonesia diharapkan mampu mengemban fungsi perdamaian yang sangat dirindukan masyarakat. Ormas Ahlulbait Indonesia lahir dari kehendak kuat

“Ahlulbait Indonesia sepenuhnya yakin bahwa pelbagai krisis yang kita hadapi dewasa ini, merupakan akibat langsung dari terus berlangsungnya segala rupa penindasan, rasisme, fanatisme golongan, sektarianisme, dan tindakan-tindakan anti-kemanusiaan lainnya,” ujar Hassan Alaydrus, Ketua Umum DPP Ahlulbait Indonesia.

Menurut Hassan Alaydrus, ajaran Islam menyuruh semua orang untuk bangkit dan berjuang menghapuskan segenap tindakan anti kemanusiaan itu demi memperbaiki kehidupan manusia. Ormas Ahlulbait Indonesia meyakini, kehadirannya diperuntukan bagi keseluruhan rakyat. Ahlulbait Indonesia percaya, deklarasi organisasi hanyalah langkah awal dalam melayani rakyat Indonesia.

“Oleh karena itu, Ahlulbait Indonesia akan berperan aktif bersama dengan organisasi kemasyarakatan Islam lainnya untuk memelihara persatuan dan kesatuan bangsa,” jelas Hassan Alaydrus. Ia menambahkan, persatuan dan kesatuan bangsa tak mungkin terwujud tanpa persatuan umat Islam.

Ahlulbait Indonesia percaya, kebhinekaan Indonesia mengandung pesan kemanusiaan. Karena Islam mengajarkan, perbedaan apapun yang muncul mengandung anugerah dan manifestasi dari Maha Sempurna dan Maha Kaya Ilahi. Perbedaan adalah pelajaran berharga yang dinilai dapat meningkatkan rasa solidaritas kemanusiaan dan kecintaan terhadap Allah SWT.

Maka, dalam deklarasinya, Ahlulbait Indonesia menegaskan, sebagai ormas yang menjadi garda depan menegakkan nilai-nilai akhlakul karimah. “Karena bagaimanapun, nilai-nilai akhlakul karimah adalah syarat mutlak bagi kehidupan ,” kata Hassan Alaydrus.

Ketua Dewan Syura ABI, Umar Shahab mengatakan, ABI dan IJABI dalam posisi berlomba-lomba dalam kebaikan. Bahkan dia mengaku juga turut terlibat dalam pembentukan IJABI pada tahun 2001.

Namun, katanya, sejak itu ada harapan-harapan sebagian kalangan Syi’ah yang tersalurkan di IJABI yang dipimpin oleh salah seorang tokoh Syiah asal Bandung, Jalaluddin Rakhmat itu.

Hidayatullah.com menayakan perbedaan apa yang dimaksud, Umar menjelaskan, ABI adalah kelompok Syi’ah yang didominasi kalangan “tradisionalis”. Baik dalam masalah spiritual, pemikiran, dan lainnya.

“Sedangkan IJABI didominasi kalangan “moderenis”,” kata Umar menjelaskan.

Demi Cinta dan Pluralitas, Ahlulbait Indonesia Dideklarasikan

Rabu, 15 Juni 2011 | 14:04 WIB

Berlandaskan niat melawan segala bentuk penindasan, rasisme, fanatisme golongan, sektarianisme, dan tindakan-tindakan antikemanusiaan lainnya, sekelompok anggota masyarakat mendeklarasikan organisasi massa Ahlulbait Indonesia, Rabu, 15 Juni 2011, di Jakarta. Para jamaah Ahlulbait Indonesia mendaulat Hassan Alaydrus sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Ahlulbait Indonesia dan Umar Shahab sebagai Ketua Dewan.

Umar Sahab mengatakan, organisasi ini didirikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Untuk mengemban fungsi perdamaian yang dirindukan masyarakat,” kata Umar Shahab.

Menurut Hasan Alaydrus, deklarasi ini hanya langkah awal melayani masyarakat. “Ahlulbait Indonesia meyakini kehadirannya diperuntukkan  seluruh rakyat,” kata Hasan. “Kami percaya kebhinekaan mengandung pesan kemanusiaan, serta perbedaan merupakan pelajaran berharga untuk meningkatkan rasa solidaritas.”

Hasan memaparkan, Ahlulbait Indonesia meyakini persatuan Islam tak mungkin terwujud tanpa langkah nyata melawan segala bentuk upaya memecah-belah umat Islam. “Kami percaya, persatuan umat Islam akan menjadi solusi bagi masalah moral yang menerpa bangsa ini,” kata Hassan.

Maka, dalam deklarasinya, Ahlulbait Indonesia menegaskan sebagai ormas yang menjadi garda depan menegakkan nilai-nilai akhlakul karimah. “Bagaimana pun, nilai-nilai akhlakul karimah adalah syarat mutlak bagi kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Hassan Alaydrus.

==============================================================================================

//

Segera Dideklarasikan Organisasi Ahlulbait Indonesia

Rabu, 15 Juni 2011

Hidayatullah.com–Terkait dengan rencana peringatan kelahiran Sahabat Nabi Ali bin Abi Thalib as, akan dideklarasikan organisasi Ahlulbait Indonesia. Acara yang diselenggarakan hari, Rabu (15 Juni 2011) malam bertempat di Gedung Balai Prajurit Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan.

Dalam rilisnya yang dikirim ke redaksi hidayatullah.com, Ketua Dewan Syura Ahlulbait Indonesia, Dr. Umar Shahab, MA., Lc mengatakan, kecintaan terhadap Ahlulbait telah menjadi bagian dari sejarah dan budaya masyarakat Indonesia sejak Islam hadir di bumi Nusantara.

“Lahir dari kecintaan dan ikatan yang telah mengakar itulah sejak lama masyakarakat Indonesia mengharapkan hadirnya sebuah organisasi kemasyarakatan yang mencerminkan nilai-nilai Ilahi yang diajarkan Rasulullah dan Ahlulbait sucinya di negeri tercinta ini,” tulisnya.

Karena itu, kehadiran organisasi bernama Ahlulbait Indonesia pada Rabu (15/o6/2011) malam di Jakarta, diharapkan mampu mengemban fungsi perdamaian, terangnya.

Sementara itu, Sekjen Ahlulbait Indonesia Drs. Ahmad Hidayat mengatakan, organisasinya berbeda dengan IJABI (Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia), salah satu organisasi Syi’ah yang telah sebelumnya berdiri.

“Kita beda orang dan beda organisasi, namun memiliki kesamaan dalam semangat,“ ujar kepada hidayatullah.com, Rabu siang.

Selain ada “Wiladah Ali Bin Abi Thalib” dalam acara nanti juga ada ceramah tentang Imam Ali oleh Ustad Muhammad bin Alwi BSA. Selain itu ada sambutan Ketua Dewan Syura Ahlulbait Indonesia, sambutan Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat DPP, dan orasi Sekjen DPP Ahlulbait Indonesia.

Menurut Ahmad Hidayat, sebelumnya, organisasi ini hanyalah berbentuk sebuah yayasan biasa yang bergerak pada bidang sosial, namun setelah perjalanan lima tahun, maka diputuskan menjadi sebuah organisasi.

Meski baru, Hidayat mengklaim, organisasi ini telah memiliki banyak pengikut (jamaah).

“Kalau dihitung-hitung, telah menyebar dari Aceh sampai Papua, “ujarnya. *

Bismillahirrahmanirrahim

Allahumma sholi ala muhammad wa ali muhammad

Blog Ahlulbait (as)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.